Tampilkan postingan dengan label pengguna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengguna. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Desember 2013
Google Dituduh Melanggar Hak Pengguna Demi Iklan
Google menghadapi tuduhan serius di Belanda. Pemerintah setempat telah melakukan investigasi yang menghasilkan penilaian bahwa Google melanggar kebijakan privasi penggunanya. Google mengumpulkan informasi perilaku pengguna di internet untuk tujuan pemasangan iklan. Dengan informasi tersebut, iklan bisa ditujukan ke pengguna yang tepat.

Investigasi yang dilakukan oleh Data Protection Agency (DPA) Belanda ini dilakukan selama tujuh bulan. DPA menuduh Google melakukan kegiatan pengumpulan data melalui mesin pencarinya tanpa disadari oleh pengguna.
Hasilnya, Google dianggap kurang informatif tentang data yang dihimpun oleh raksasa mesin pencari ini. Dikutip dari Engadget, Jumat (29/11/2013), peraturan kebijakan privasi Google terakhir diperbarui pada dua tahun lalu.
Selain mesin pencari Google, DPA juga menemukan fakta yang sama di layanan Gmail dan YouTube. Beberapa data tersebut sifatnya sensitif, seperti informasi pembayaran, data lokasi, dan informasi perilaku pengguna dalam berselancar internet di berbagai situs web.
Sebelumnya, otoritas Perancis juga telah melakukan investigasi pada 2012, dan hasilnya sama. Di Eropa sendiri, total ada enam negara yang keberatan dengan metode pengumpulan data yang dilakukan Google.
Google mengatakan bahwa pihaknya telah mematuhi hukum yang berlaku di benua Eropa tersebut. Namun, hal itu masih harus dibuktikan Google di sesi dengar pendapat dengan DPA.
ReadFull Article ..

Investigasi yang dilakukan oleh Data Protection Agency (DPA) Belanda ini dilakukan selama tujuh bulan. DPA menuduh Google melakukan kegiatan pengumpulan data melalui mesin pencarinya tanpa disadari oleh pengguna.
Hasilnya, Google dianggap kurang informatif tentang data yang dihimpun oleh raksasa mesin pencari ini. Dikutip dari Engadget, Jumat (29/11/2013), peraturan kebijakan privasi Google terakhir diperbarui pada dua tahun lalu.
Selain mesin pencari Google, DPA juga menemukan fakta yang sama di layanan Gmail dan YouTube. Beberapa data tersebut sifatnya sensitif, seperti informasi pembayaran, data lokasi, dan informasi perilaku pengguna dalam berselancar internet di berbagai situs web.
Sebelumnya, otoritas Perancis juga telah melakukan investigasi pada 2012, dan hasilnya sama. Di Eropa sendiri, total ada enam negara yang keberatan dengan metode pengumpulan data yang dilakukan Google.
Google mengatakan bahwa pihaknya telah mematuhi hukum yang berlaku di benua Eropa tersebut. Namun, hal itu masih harus dibuktikan Google di sesi dengar pendapat dengan DPA.
Kamis, 31 Oktober 2013
5 Tipe Pengguna Ponsel Paling Menyebalkan
Dengan fitur-fiturnya yang canggih, smartphone tidak hanya menjadi bagian penting dalam hidup penggunanya, tetapi bisa memicu timbulnya kebiasaan buruk yang mengganggu orang di sekitarnya. Apa saja?
![]() |
| 5 Tipe Pengguna Ponsel |
1. Pecandu Game
Kamu bisa melihat dia selalu asyik dengan smartphone-nya. Saking asyiknya bermain game, dia juga rela me-reject panggilan telepon dan enggan membalas pesan, demi skor yang tinggi. Baginya tidak ada yang lebih penting selain tenggelam di jagad digital game.
2. Supir Seluler
Orang seperti ini tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain baik itu pengguna jalan atau penumpang yang bersamanya.
Ya, fokusnya selalu terbagi antara menyetir mobil dan berbicara sepanjang perjalanan dengan smartphone-nya. Malah tidak jarang ada yang nekat mengetik pesan di dalam mobil yang dilajukan dengan cepat.
3. Tukang Pamer
Setiap orang memang berhak memamerkan perangkat iPhone atau Android yang baru dibelinya, tapi apa jadinya jika orang itu selalu sengaja mengalihkan perhatian orang lain dengan smartphone terbarunya melalui bahasa tubuh yang norak? Mengganggu sekali, bukan?
4. Raja Chatting
Masih ingat dengan julukan autis yang belakangan penggunaannya tidak direkomendasikan karena menyudutkan penderita autisme?
Nah, raja chatting adalah contoh orang yang tidak peduli apa yang terjadi dengan dunia di sekitarnya kecuali dengan deretan teks yang muncul di layar smartphonenya, entah itu lewat BBM, YM, atau WhatsApp.
Berbicara secara face to face dengannya adalah hal yang mengesalkan. Jangan panggil dia autis, cukup ingatkan dan singkirkan smartphone itu darinya.
5. Figuran Film
Julukan ini tampaknya cocok disematkan kepada mereka yang sering memberikan bonus suara selain dari aktor yang filmnya sedang ditonton di bioskop.
Padahal, pengumuman sebelum film diputar sudah jelas: matikan ponsel! Tapi sepertinya orang jenis ini tidak terlalu peduli, karena dia tidak ragu menjawab panggilan masuk yang ringtone-nya cetar membahana di dalam bioskop.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)
