Minggu, 22 Desember 2013
Kedutan Waktu Kembali Ke Masa Lampau Sesaat
Subuh yang tenang dan damai. Namun hari itu berubah menjadi pengalaman menakutkan bagi dua turis perempuan asal Inggris yang sedang berlibur di Puys.

Subuh hari itu, kedua turis perempuan itu terbangun oleh gaduhnya suara tembakan gencar. Suara itu semakin menguat dengan rentetan tembakan yang semakin gencar disusul jeritan dan tangisan yang sangat kacau, lalu terdengar dengung sejumlah pesawat pembom, ledakan bom, tembakan mortir dan tembakan, teriakan… Keduanya kaget bukan kepalang. Mereka kini seolah berada di tengah kancah pertempuran hebat.
Suara demi suara pertempuran itu tetap menggema dan terdengar jelas oleh mereka. Namun mereka tak berani bergeming keluar dari kamarnya. Hanya tiarap dan bersembunyi ketakutan di sudut kamar. Tubuh menggigil akibat suara tembakan dan ledakan yang kadang terdengar sangat dekat, atau suara-suara perintah khas militer dalam bahasa Inggris dan Jerman, jeritan kesakitan, dan isak tangis.
Selama kurang lebih tiga jam mereka mendengar jelas semua suara pertempuran di luar sana. Sampai akhirnya suara-suara mengerikan itu semakin samar… samar… dan hilang! Debur gelombang menghantam karang sayup kembali terdengar. Fajar sudah menyingsing.
Setelah menenangkan diri, keduanya kemudian memberanikan diri keluar kamar. Dengan takut-takut mereka mengintip keluar jendela. Pemandangan di luar sana normal. Tak ada bekas pertempuran baru sama sekali. Hanya rumah, karang, pantai, pepohonan… suasana hariandi Puys.
Keduanya kemudian bertanya-tanya kepada beberapa orang yang berada di dekat sana, apakah mereka mendengar suara pertempuran barusan? Semua hanya menggeleng dengan wajah bingung. Tak ada kegaduhan apapun apalagi suara tembakan dan ledakan bom. Apakah ini mesin waktu?
Seorang penduduk lokal yang agak tua mengatakan tak ada pertempuran baru di Normandia setelah D-Day “Operation Overlord” (1945) dan Operation Jubilee (1942). Sang kakek menjelaskan bahwa Pelabuhan Dieppe, Puys and Pourville merupakan titik pendaratan pasukan gabungan Sekutu (Inggris, Kanada, AS dan Polandia) dalam Operation Jubille 19 Agustus 1942.
Lantas, apakah yang sebenarnya terjadi? Kedua turis Inggris itu tak mengerti. Mereka sangat yakin bahwa apa yang mereka dengar adalah sebuah pertempuran yang bahkan seolah bisa mereka lihat. Dalam kebingungan, mereka kemudian membuat laporan ke otoritas setempat mengenai fenomena tersebut. Mulanya laporan itu diabaikan, namun akhirnya sebuah lembaga khusus di Inggris tertarik akan hal tersebut.
Namun mereka punya asumsi, kemungkinan keduanya telah terjebak dalam “kedutan waktu”. Suatu fenomena terbukanya semacam portal energi di suatu tempat yang memungkinkan orang bisa merasakan apa yang telah terjadi di masa lalu. Benarkah?

Bukti-bukti kebenaran akurasi cerita kedua turis itu dibuktikan dengan kros cek terhadap arsip data rahasia militer yang tidak pernah dipublikasikan. Hasilnya ada sejumlah besar persamaan persitiwa yang mencengangkan semua pihak.
Walaupun kedua perempuan itu mengetahui kisah tentang Operasi Jubilee di Dieppe dari banyak literatur saat itu, mereka tak akan mendapat detail penting seperti yang tercantum dalam arsip rahasia militer itu. Namun kenyataannya mereka memapar data detail yang hampir persis sama dengan arsip militer tersebut.
Hidup ini memang penuh misteri yang belum terkuak...
jadiberita
Cara Daftar dan Submit Blog ke Google

Penting bagi seorang blogger atau webmaster untuk submit blog ke search engine Google. Daftar blog ke search engine akan membuat situs anda mendapat perhatian dari Google. Ada banyak search engine di dunia ini, namun saya sarankan anda daftar blog ke search engine Google saja dulu untuk permulaan karena mayoritas pengguna internet akan mencari menggunakan Google.
Jangan lewatkan:
15 Cara meningkatkan trafik paling ampuh, dijamin sukses
Tips SEO untuk optimalkan blog Blogspot
Cara daftar dan submit blog ke Google Webmaster Tools
1. Pertama, anda harus login dulu dengan akun Google yang anda miliki
2. Kemudian kunjungi laman Google Webmaster Tools
3. Setelah itu masukkan url blog anda pada bagian "Add A Site"
4. Kemudian klik "Continue"
Namun pekerjaan belum selesai, anda harus melakukan verifikasi untuk menyatakan kalau blog / website tersebut memang milik anda.
- Setelah anda mengklik Continue, akan muncul halaman verifikasi. Pilih Alternate Method
- Ada 3 pilihan verifikasi blog yang ditawarkan oleh Google Webmaster: HTML Tag, Google Analytics, dan Domain Name Provider
- Untuk pengguna Blogger, saya sarankan memilih HTML Tag
- Kemudian copy Meta Tag anda yang telah disediakan

- Lalu login ke blogger anda masuk ke Template > Edit HTML
- Cari kode </head>
- Klik tombol Save atau Simpan
- Terakhir anda kembali ke halaman Google Webmaster Tools dan klik Verify. Setelah berhasil akan muncul tampilan bahwa proses verifikasi situs / blog anda telah selesai. Kemudian klik Continue.
Rabu, 30 Oktober 2013
Bayaran Ke Dua Dari Amazon
Syukurlah, hari ini kiriman cek dari Amazon sudah nyampai. Ini merupakan bayaran kedua. Yang pertama dulu 159 dollar, untuk yang kedua ini 179 dollar. Hehe…. Lumayan jadi pengobat luka dari kuatnya daya penghancur bulan Juli.
Bayaran pertama dari Amazon sebelumnya adalah hasil dari keputus-asaan hampir selama 1 tahun gabung di Amazon Affiliate. Sempat saya tinggalkan karena merasa tidak bisa menjual produk Amazon di blog-blog saya. Sementara bayaran kedua ini butuh waktu 2 bulan. Agak cepat memang, setelah mencoba 11 tips meningkatkan earning Amazon. Mau coba? Silahkan…
Saat ini saya sedang berusaha mengembalikan PR dan traffic blog laptop review. Dari blog inilah 80% pendapatan Adsense dan Amazon saya berasal. Akhir Juni lalu, ketika Google melakukan update Page Rank-nya, dia dihantam telak sehingga sekarang traffiknya turun juauh. Dari 300 page views per hari jadi tinggal 50-an saja. Itupun dari postingan lama. Tidak tahu juga kenapa postingan baru tidak bisa berada di halaman depan Google. Ada yang bisa memberi saran? Jujur saja, saya agak frustasi dengan keadaan si laptop review.
Saya pikir dia kena SandBox, ternyata tidak. Dari Google Webmaster, saya temukan kalau ada satu postingan yang tidak dianggap duplicate content dan sudah saya perbaiki. Ada satu masalah yang tidak bisa saya perbaiki, ada satu file rpc_relay.html yang tidak bisa diakses. Bingunglah saya. Blog saya yang lain ga ada yang bermasalah dengan file itu. Siapapun, beri saya pencerahan…. Hehe….
Selasa, 22 Oktober 2013
GAS BUMI Jaringan distribusi ke rumah dibangun Rp230 miliar
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan kelima kota itu adalah Kota Prabumulih (Sumsel), Jambi, Cibinong (Bogor), Cirebon, dan Kalidawir (Jatim).
“Anggarannya tahun ini Rp230 miliar untuk 5 wilayah, jumlah total sambungannya 16.000 sambungan rumah,” ujarnya usai mengadakan video conference dengan Walikota Palembang, Surabaya, dan Tarakan dalam rangka monitoring dan evaluasi program pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, hari ini.
Evita mengatakan terkait program jaringan gas untuk rumah tangga ini, setiap tahunnya pemerintah melakukan dua hal, pertama adalah FEED (front end engineering sesign) dan DEDC (detail engineering design for construction). Kedua adalah pembangunan jaringan gasnya itu sendiri.
“Tahun ini, FEED dan DEDC dilakukan di Sorong [Papua], Balikpapan, Subang [Jabar], Lhokseumawe, Semarang, dan Cilacap,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah dan BP Migas akan mencarikan gas yang volumenya tidak besar untuk masing-masing wilayah yang dekat dengan sumber gas bumi. Pemerintah selalu menyediakan antara 1,5—2 juta kaki kubik (MMSCFD) per wilayah. Hal ini dilakukan agar daerah bisa mengembangkan sendiri jika ingin menambah sambungan di kemudian hari.
“Kami selalu carikan gas lebih dari kebutuhan. Maksudnya, kalau pemda nanti mengembangkan, dia ngga pusing lagi cari gasnya. Biasanya rata-rata kami carikan untuk masing-masing daerah 2 MMSCFD, cuma itu tidak akan terpakai semua. Gas untuk rumah tangga kebutuhannya kecil sekali,” ujarnya.
Jaringan gas rumah tangga mulai dibangun oleh pemerintah sejak 2009. Hingga 2014, pemerintah menargetkan program ini akan menjangkau 22 kota yang mencakup total 44 kelurahan. Sebelum 2009, PT Perusahaan Gas Negara Tbk sudah menggelar program serupa. Namun karena margin usaha yang kecil, akhirnya dikembalikan ke pemerintah.
“Dulu PGN awal-awalnya bangun, tapi karena PGN sekarang Tbk, maka keuntungannya harus lebih besar, maka [program ini] dikembalikan ke pemerintah,” jelas Evita.
Meski demikian, saat ini masih ada keluhan dari BUMD yang mengelola jaringan gas di daerah karena adanya sistem Take Or Pay (TOP). Dengan adanya sistem itu, BUMD tersebut harus membayar total gas sebanyak 2 MMSCFD yang sudah disediakan, padahal yang dipakai hanya sekitar 0,5 MMSCFD. Akibatnya, BUMD cenderung merugi.
Menanggapi hal ini, Evita mengatakan pemerintah akan membicarakan kembali dengan BP Migas untuk mengamandemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara KKKS yang memasok gas dengan BUMD.
“Kami kurang perhitungkan itu jadi TOP, karena gas yang tidak terpakai itu juga harus dibayar. TOP ini bisa diatasi bersama BP Migas dulu, baru bicara dengan kontraktor dan kelihatannya kami harus amandemen PJBG,” ujarnya.
Fathor Rahman, Tenaga Ahli Kepala BP Migas mengatakan dalam setiap kontrak jual beli gas selalu ada mekanisme TOP. Namun biasanya untuk kontrak-kontrak yang volumenya besar, seperti 20 MMSCFD dan 100 MMSCFD.
Mekanisme TOP diaplikasikan agar KKKS di hulu bisa mendapat jaminan bahwa gasnya akan tersalurkan. Namun untuk jaringan gas rumah tangga ini, sebenarnya gas yang dialokasikan juga hanya dalam volume kecil.
“Tapi jaringan gas rumah tangga ini kan gasnya kecil sekali. Tujuannya juga hanya untuk membantu rakyat yang khususnya tinggal di sekitar lapangan gas. Ini salah satu upaya bagaimana agar masyarakat kita dapat manfaat langsung [dari lokasi gas yang berdekatan dengan tempat mereka],” ujarnya.
Sumber : http://abarkyblogspot.com/2012/02/gas-bumi-jaringan-distribusi-ke-rumah.html